Kamis, 1 Oktober 2026 02:24 WIT
Iklan

Beranda › Berita InTim

Berita InTim

Fagogoru Institute Desak Pemda Haltim Kaji Status Bencana Kekeringan

HALTIM — Fagogoru Institute mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur segera mengkaji dampak kemarau panjang yang mulai dirasakan masyarakat. Penasehat Fagogoru Institute Bung Hae Kiye menilai pemerintah perlu melakukan asesmen lapangan. Jika hasil kajian memenuhi indikator kebencanaan, status bencana kekeringan harus ditetapkan agar penanganan cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Menurut Fagogoru, kemarau tidak hanya soal cuaca, tetapi mulai berdampak pada ketersediaan air bersih, rumah tangga, pertanian, perkebunan, peternakan, hingga ekonomi warga. Di sejumlah wilayah, debit sumber air dan irigasi berkurang, lahan pertanian kekurangan air, tanaman perkebunan terdampak, dan potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat.

“Pemerintah daerah harus segera melakukan kajian dan asesmen. Jika memenuhi indikator bencana, status yang sesuai harus ditetapkan,” ujar Fagogoru Institute.

Fagogoru meminta BPBD dan instansi terkait mendata kondisi riil di lapangan, termasuk desa yang kesulitan air bersih, kondisi mata air dan sumur, debit sungai/irigasi, serta dampak ke sektor pertanian dan peternakan. Antisipasi dini seperti distribusi air bersih, penampungan air, sumber air alternatif, dan mitigasi karhutla juga perlu disiapkan.

Fagogoru juga mendorong pemerintah terbuka menyampaikan data wilayah terdampak dan langkah penanganan. “Keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas. Kemarau panjang harus ditangani secara serius, terukur dan berbasis data,” tegasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan