Ayah Ditetapkan Tersangka Kematian Julia, Wabup Merauke Siapkan Donasi Rp50 Juta dan Terus Kawal Keadilan
MERAUKE, Cahayatimurnews.com — Kasus kematian penyandang disabilitas, Julia Risky Ramadiana, di Merauke memasuki babak baru setelah pihak kepolisian menetapkan ayah kandung korban yang berinisial MRP sebagai tersangka. Menyikapi perkembangan penyidikan ini, Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum dan menyiapkan donasi sebesar Rp50 juta.
Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, secara resmi telah mengumumkan penetapan status tersangka terhadap MRP berdasarkan dua alat bukti yang sah. Meski proses pembuktian di pengadilan masih berlanjut, penetapan tersangka ini mengejutkan publik, termasuk Wakil Bupati Merauke yang sejak awal mengawal kasus tersebut.
Fauzun mengungkapkan rasa prihatin sekaligus terkejut, lantaran sosok yang dicurigai justru merupakan orang terdekat korban yang sempat mencari simpati masyarakat.
“Kita semua sempat tertipu oleh cerita dan tipu muslihat seorang laki-laki yang tega melakukan tindakan keji terhadap anak perempuan penyandang disabilitas. Tidak pernah terlintas dalam pikiran kita bahwa sosok yang selama ini menjadi bagian dari keluarga ternyata adalah orang yang tega menghilangkan nyawa anaknya sendiri,” ungkap Fauzun melalui unggahan di media sosialnya.
Atas dasar kemanusiaan, Fauzun bersama suaminya, Adib Fuad, mengaku telah menyisihkan dana pribadi sebesar Rp50 juta. Namun, penyerahan bantuan tersebut masih ditunda hingga seluruh proses hukum dinyatakan tuntas.
Donasi tersebut rencananya akan disalurkan atas nama almarhumah Julia untuk keperluan pembangunan tempat ibadah. Sebagian lainnya akan diserahkan kepada kakek dan nenek korban untuk membiayai keperluan doa bagi almarhumah.
Fauzun menegaskan bahwa publik menaruh harapan besar agar aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas seluruh fakta di balik kematian Julia secara adil dan transparan.
“Kami hanya ingin satu hal: keadilan untuk Julia. Karena untuk sebuah kebenaran, kita tidak boleh lelah mengawalnya. Kebenaran dan keadilan akan menemukan jalannya sendiri,” tegas Fauzun.




