Gubernur Papua Barat Daya Sampaikan Aspirasi Masyarakat Adat di Papeda Summit 2026
SORONG, Cahayatimurnews.com – Gubernur Papua Barat, Elisa Kambu, menyampaikan aspirasi masyarakat adat secara tegas di hadapan Pemerintah Pusat dalam ajang Papeda Summit 2026 yang digelar di Kota Sorong, Selasa (2/9/2026). Ia mendesak adanya pengakuan dan perlindungan hak atas tanah, hutan, serta keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam dunia politik.

Penyampaian tersebut dilakukan di depan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, perwakilan 15 kementerian, dua delegasi kedutaan, serta 56 organisasi masyarakat sipil (CSO) dan mitra pembangunan yang hadir dalam forum lintas sektor tersebut.
“Sebagai bagian dari NKRI, masyarakat adat harus diproteksi dan diberikan hak-hak mereka, salah satunya tanah dan hutan adat. Urusan tanah adat di Papua tidak boleh lagi diperlambat prosesnya di Kementerian,” tegas Elisa.
Selain menyoroti hak atas tanah ulayat, Elisa Kambu juga meminta agar hak-hak politik OAP lebih diutamakan. Ia berharap para pemimpin politik di Indonesia dapat dengan tegas menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat asli Papua.
Menanggapi aspirasi tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan persetujuannya dan memberikan kabar baik bagi masyarakat adat.

“Saat ini, kurang lebih 1,7 juta hektare usulan tanah dan hutan adat dari masyarakat sudah masuk ke Kementerian Kehutanan, dan selanjutnya akan segera diproses,” ujar Zulkifli Hasan.
Informasi ini menjadi angin segar bagi masyarakat adat Papua yang selama ini menantikan pengesahan status tanah dan hutan mereka agar dapat diselesaikan secara cepat oleh Pemerintah Pusat.





