Minggu, 20 September 2026 21:14 WIT
Iklan

BerandaBerita Nasional

Berita Nasional

Judul: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026, BPS: PDB Capai Rp6.552 Triliun!

JAKARTA, Cahayatimurnews.com — Perekonomian Indonesia terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan berbagai tantangan global masih tetap terjaga.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, memaparkan bahwa capaian tersebut didasarkan pada nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Pada kuartal II 2026, PDB atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp6.552,1 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp3.576,2 triliun.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 bila dibandingkan triwulan II 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29 persen,” ujar Edy dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Rabu (5/8/2026).

Pertumbuhan Kuartalan dan Kumulatif Juga Positif

Tak hanya tumbuh secara tahunan, ekonomi Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan yang solid secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q). Dibandingkan kuartal I 2026, ekonomi nasional tumbuh sebesar 3,73 persen. Angka ini menunjukkan adanya akselerasi aktivitas ekonomi di tengah tahun.

Sementara itu, secara kumulatif (cumulative-to-cumulative/c-to-c), pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester pertama 2026 tercatat mencapai 5,45 persen. Capaian ini menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kokoh di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Apa Arti Angka Ini bagi Masyarakat?

Pertumbuhan 5,29 persen menunjukkan bahwa daya beli masyarakat, investasi, dan konsumsi rumah tangga masih bergerak positif. Sektor-sektor strategis seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi diperkirakan menjadi kontributor utama pertumbuhan.

Namun demikian, pemerintah dan pelaku usaha tetap diminta waspada terhadap potensi perlambatan global, fluktuasi harga komoditas, dan tekanan inflasi yang masih membayangi. Dengan pertumbuhan yang stabil, diharapkan lapangan kerja baru terus tercipta dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Kesimpulan: Optimisme di Tengah Tantangan

Capaian 5,29 persen di kuartal II 2026 menjadi catatan penting bagi pemerintahan saat ini dalam menjaga stabilitas ekonomi. Meski masih ada pekerjaan rumah seperti pengendalian inflasi dan pemerataan pembangunan, angka ini memberikan optimisme bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan