Minggu, 20 September 2026 20:59 WIT
Iklan

BerandaBerita Olahraga

Berita Olahraga

Timnas Indonesia Takluk 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari

BOGOR, Cahayatimurnews – Timnas Indonesia menelan kekalahan pertama dalam fase grup Piala AFF 2026 setelah takluk 0-3 dari Vietnam pada pertandingan keempat Grup A di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam. Kekalahan ini membuat persaingan di papan atas grup semakin ketat menjelang laga penutup penyisihan grup.

Pertandingan baru berjalan enam menit ketika Vietnam berhasil membuka keunggulan. Nguyễn Văn Vĩ sukses menuntaskan peluang di area pertahanan Indonesia dan membuat tim tamu memimpin 1-0. Tertinggal satu gol, Timnas Indonesia mencoba merespons dengan membangun serangan melalui kedua sisi lapangan, namun upaya lini serang Garuda belum mampu menembus barisan pertahanan Vietnam yang tampil rapat dan disiplin sepanjang paruh pertama babak awal.

Vietnam justru kembali memanfaatkan celah di lini belakang dan menggandakan keunggulan pada menit ke-15. Nguyễn Hai Long mendapatkan ruang tembak yang cukup bebas di kotak penalti dan mengarahkan bola ke gawang Indonesia tanpa mampu dihentikan penjaga gawang, sehingga mengubah kedudukan menjadi 0-2. Tim asuhan Kim Sang-sik tersebut bermain sangat efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang muncul, sementara Indonesia kesulitan mengonversi penguasaan bola menjadi ancaman nyata.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, Vietnam tetap mempertahankan keunggulan 0-2 melalui kontribusi gol dari Nguyễn Văn Vĩ dan Nguyễn Hai Long. Memasuki paruh kedua pertandingan, skuad Garuda berupaya meningkatkan intensitas tekanan dengan mendominasi penguasaan bola serta membawa permainan lebih dekat ke area pertahanan lawan.

Hingga menit ke-64, statistik mencatat Indonesia memegang penguasaan bola hingga 61 persen berbanding 39 persen milik Vietnam. Kedua kesebelasan sama-sama mencatatkan enam kali percobaan tembakan serta 10 sentuhan di kotak penalti lawan. Kendati demikian, nilai expected goals Vietnam tercatat lebih tinggi, yakni 0,64 berbanding 0,32 milik Indonesia, yang menunjukkan bahwa tim tamu mampu menghasilkan peluang dengan kualitas penyelesaian yang lebih matang.

Upaya Indonesia untuk memperkecil ketertinggalan kerap dipatahkan barisan belakang lawan sebelum membahayakan gawang Patrik Lê Giang. Di tengah upaya Garuda menekan pertahanan lawan, Vietnam justru sukses memperlebar jarak melalui gol ketiga pada menit ke-71. Serangan balik cepat dituntaskan dengan baik oleh penyerang naturalisasi asal Brasil, Rafaelson Bezerra Fernandes yang menggunakan nama Vietnam Nguyễn Xuân Son, sehingga skor berubah menjadi 0-3.

Tertinggal tiga gol, Indonesia terus berupaya mengejar ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan, tetapi ketatnya pertahanan Vietnam membuat skor 0-3 tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil negatif ini sekaligus menjadi kekalahan perdana bagi Indonesia setelah sebelumnya meraih kemenangan meyakinkan atas Kamboja dengan skor 5-1 dan menaklukkan Timor-Leste 3-0 pada laga-laga sebelumnya di Grup A.

Dengan tambahan tiga poin dari laga ini, Vietnam naik ke puncak klasemen sementara Grup A dengan mengantongi tujuh poin serta selisih gol plus 10. Posisi kedua ditempati oleh Singapura yang juga mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol plus tiga. Sementara itu, Indonesia turun ke peringkat ketiga dengan raihan enam poin dari tiga pertandingan, disusul Kamboja di posisi keempat dengan tiga poin, dan Timor-Leste di dasar klasemen tanpa perolehan poin.

Peluang Timnas Indonesia untuk melaju ke babak semifinal masih terbuka, namun syaratnya adalah wajib mengalahkan Singapura pada pertandingan terakhir Grup A yang akan dilangsungkan pada Jumat (7/8/2026). Pada waktu yang bersamaan, Vietnam dijadwalkan menghadapi Kamboja, di mana dua tim teratas dari masing-masing grup berhak melangkah otomatis ke babak semifinal.

Kemenangan atas Singapura akan memastikan Indonesia mengumpulkan sembilan poin dan mengamankan tiket dua besar tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan antara Vietnam dan Kamboja. Sebaliknya, hasil imbang tidak akan cukup bagi Garuda karena hanya akan memberikan tambahan satu poin dan membuat Singapura unggul dengan delapan poin. Regulasi turnamen menetapkan poin pertemuan langsung sebagai kriteria penentu pertama apabila dua tim atau lebih memiliki jumlah poin yang sama di akhir fase grup.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan